Senin, 09 April 2018

بسم الله الرحمن الرحيم

قال الله تعالى : وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ فَمُسۡتَقَرّٞ وَمُسۡتَوۡدَعٞۗ قَدۡ فَصَّلۡنَا ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَفۡقَهُونَ ( Al-An'ām - 98 ) التفسير : 98. Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan.*(319) Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.|*319). Di antara mufassir ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud “tempat menetap” ialah tulang sulbi bapak dan “tempat simpanan” ialah rahim ibu. Dan ada pula yang berpendapat bahwa tempat menetap ialah di atas bumi waktu manusia masih hidup dan tempat simpanan ialah di dalam bumi (kubur) waktu manusia telah mati. من برنامج #نختم https://goo.gl/T82fBr

Rabu, 04 April 2018

Ada yg menciptakn

قال الله تعالى : وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا طَٰٓئِرٖ يَطِيرُ بِجَنَاحَيۡهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمۡثَالُكُمۚ مَّا فَرَّطۡنَا فِي ٱلۡكِتَٰبِ مِن شَيۡءٖۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يُحۡشَرُونَ ( Al-An'ām - 38 ) التفسير : 38. Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab,*(309) kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.|*309). Sebagian mufassir menafsirkan Kitab itu dengan Lauḥ Maḥfūẓ yang berarti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauḥ Maḥfūẓ. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Qur’ān, dengan arti dalam Al-Qur’ān itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan tuntunan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. من برنامج #نختم https://goo.gl/T82fBr

PNS kan yang sudah Inpassing

Copas by Efendi: Angkat Guru Inpassing jadi CPNS Lebih Irit

KOTABARU, RAKA- Pengamat pendidikan, Efendi Ismail, S.Pd, menilai proses pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru dinilai tidak efektif, padahal jika pemerintah membuat sistem berjenjang secara sistematis, maka akan bisa lebih efektif dan irit anggaran. 
Dia menuturkan, ada guru yang bukan PNS tapi digaji oleh negara, bahkan gajinya juga disesuaikan dengan golongan PNS, guru tersebut adalah guru non PNS yang sudah sertifikasi dan inpassing. Cuma perbedaannya, guru non PNS tidak mendapatkan dana pensiun. Menurut Pendi, guru yang sudah sertifikasi dan inpassing jika statusnya ditingkatkan untuk menjadi CPNS, bagi pemerintah akan lebih irit serta lebih sistematis. Sedangkan persoalan penugasan, dia mengira semua guru sertifikasi dan inpassing jika statusnya dinaikan menjagi CPNS  akan siap untuk mengabdi di sekolah negeri yang ditunjuk. "Daripada pemerintah harus melakukan tes CPNS dan lain sebagainya, itu lebih membebani anggaran pemerintah," ujar Pendi, kepada RAKA, Rabu (4/2).
Dia menambahkan, kalau saja pada awalnya yang masuk menjadi honorer kategori 2 adalah khusus bagi guru yang mengajar di sekolah negeri, besar kemungkinan para guru honor akan lebih memilih ngajar di sekolah negeri daripada di sekolah swasta. Istilah kategori 2 juga menurutnya, bertentangan dengan Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas. "Kalau guru inpassing itu sudah digaji oleh negara, daripada harung mengangkat guru baru yang harus mengeluarkan anggaran besar lagi, ya lebih baik diangkat saja menjadi PNS," ujarnya.
Dia menyampaikan jumlah guru yang sudah inpassing dan sertifikasi di Kabupaten Karawang itu cukup besar, di SMA PGRI Cikampek saja ada 10 orang. Itu artinya akan ada pengiritan anggaran negara lebih besar kalau guru inpassing dan guru sertifikasi diangkat menjadi PNS. "Saya fikir pemerintah harus mengkaji persoalan ini secara serius, terlebih dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara nasional, dan adanya garansi kesejahteraan bagi guru-guru yang ada di sekolah swasta," ujarnya.
Dia menyampaikan, berkaitan dengan lembaga pendidikan baik swasta maupun nasional, sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah, karenanya masyarakat juga harus memahami swasta dan negeri itu sama tidak ada hal yang membedakan secara sginifikan kecuali hanya status saja.  "Negeri dan swasta itu sama menjadi tanggung jawab pemerintahkan sebenarnya, jadi memang harus ada pengkajian ulang untuk guru swasta, agar adanya kejelasan juga secara pasti terkait status kepegawaiannya oleh negara," pungkasnya. (zie)

Selasa, 03 April 2018

Kerajaan islam


 Nama : Muliadi
N.I.M :0331173041
FITK UIN Sumatera Utara
Kerajaan Kerajaan Islam Di Indonesia
Agama dan kebudayaan Islam masuk Indonesia melalui para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India), dan Cina. Agama Islam berkembang dengan pesat di tanah air. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam. Berikut ini beberapa contoh kerajaan Islam yang pernah berdiri di Indonesia.
1.      Kerajaan Perlak.
Kerajaan Islam yang pertama kali berdiri di Sumatra dan tanah air adalah Kerajaan Perlak (Peureula). Kerajaan Perlak ini berdiri pada pertengahan abad IX dengan raja pertamanya bernama Alauddin Syah. Perlak pada saat itu merupakan kota dagang penyedia lada paling terkenal. Pada akhir abad XII Kerajaan Perlak akhirnya mengalami kemunduran.
2.      Kerajaan Samudera Pasai.
Kerajaan Samudra Pasai yang merupakan kerajaan kembar. Kerajaan ini terletak di pesisir timur laut Aceh Kabupaten Lhok Seumawe atau Aceh Utara kini. Kemunculannya sebagai kerajaan Islam diperkirakan awal atau pertengahan abad ke-13 M,  pendiri dan raja pertama  kerajaan ini adalah Malik al-Saleh, sebagai hasil dari proses islamisasi daerah pantai yang pernah disinggahi pedagang-pedagang muslim sejak abad ke-7, ke-8 M, dan seterusnya. Daerah yang diperkirakan masyarakatnya sudah banyak yang memeluk agama Islam adalah Perlak, sepeti yang kita ketahui berita dari Marco Polo yang singgah di daerah itu pada tahun 1292. Bukti berdirinya kerajaan Samudra Pasai pada abad ke-13 M, itu didukung dengan adanya nisan yang terbuat dari granit asal Samudra Pasai., kerajaan ini pernah didatangi seorang utusan dari Sultan Delhi di India bernama Ibnu Batutah.
3.      Kerajaan Aceh Darussalam.
Kerajaan Aceh berdiri pada tahun 1514. Sultan Ibrahim atau Ali Mugayat Syah adalah raja pertama kerajaan ini. Kerajaan Samudra Pasai berlangsung sampai tahun 1524 M. Pada tahun 1521 M kerajaan ini ditaklukkan oleh Portugis yang mendudukinya selama tiga tahun, kemudian tahun 1524 M dianekasi oleh raja Aceh, Ali Mughayatsyah. Selanjutnya kerajaan Samudera Pasai di bawah pengaruh kesultanan Aceh yang berpusat di Bandar Aceh Darussalam.
       4. Kerajaan Demak.
      Perkembangan Islam di Jawa bersamaan waktunya dengan melemahnya posisi Raja Majapahit. Hal itu memberi peluang kepada pengusaha-pengusaha islam di pesisir untuk membangun pusat kekuasaan yang independen. Dibawah pimpinan Sunan Ampel Denta, wali songo bersepakat mengangkat Raaden Patah menjadi raja pertama kerajaan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa, dengan gelar Senopati Jimbun Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayidina Panatagama. Sebelumnya Demak yang masih bernama Bintoro merupakan daerah vasal Majapahit yang diberikan Raja Majapahit kepada Radeen Patah.
5.      Kerajaan Pajang.
Pajang adalah pelanjut atau sebagai pewaris kerajaan Demak. Sultan pertama kerajaan ini adalah Jaka Tingkir yang berasal dari Pengging, di Lereng Gunung Merapi. Oleh raja Demak ketiga Sultan Trenggono, Jaka Tingkir diangkat menjadi penguasa di Pajang, setelah dikawinkan dengan anak perempuannya. Setelah Raja Demak meniggal dunia Jaka Tingkir memerintahkan agar semua benda pusaka Demak dipindahkan ke Pajang. Setelah menjadi raja yang paling berpengaruh di Pulau Jawa ia bergelar Sultan Adiwijaya. Sultan Adiwijaya menghadiakan kota gede Yogyakarta dan mengangkat Ki Ageng Pemanahan menjadi adipati di situ.
6.      Kerajaan Mataram Islam.
Kerajaan Mataram didirikan oleh Sutawijaya yang memiliki gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Setelah naik tahta kerajaan pada tahun 1586, Sutawijaya bergelar Panembahan Senapati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Kerajaan Mataram mencapai masa kejayaan pada masa kekuasaan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang bergelar Sultan Agung Senopati Ing Alaga Ngabdurrahman Khalifatullah. Saat itu kekuasaan Mataram  sangat luas dan seluruhnya berhasil disatukan. Kerajaan yang dipimpin oleh Sutajaya ini adalah kerajaan kedua yang kini bercorak Islam, sementara yang dulu bercorak Hindu. Namun letak Mataram Islam berada di bekas wilayah Kerajaan Mataram Hindu. Sementara itu, Pajang yang dulu menjadi pusat kerajaan, msuk menjadi wilayah kekuasaan Mataram Islam, dan Pangeran Benowo sebagai adipati Pajang.
7.      Kerajaan Cirebon.
Kesultanan Cirebon merupakan kerajaan Islam pertama di daerah Jawa Barat. Kerajaan ini didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Ia diperkirakan lahir pada tahun 1448 M dan wafat pada tahun 1568 M, dalam usia 120 tahun. Kedudukannya sebagai Wali Songo mendapatkan penghormatan dari raja-raja di Jawa, seperti Demak dan Pajang. Setelah Cirebon resmi berdiri sebuah Kerajaan Islam yang merdeka dari kekuasaan Kerajaan Pajajaran, Sunan Gunung Jati berusaha meruntuhkan Kerajaan Pajajaran yang belum menganut ajaran Islam. 
8.      Kerajaan Banten.
Sunda Kelapa adalah pelabuhan yang pentig di Muara Sungai Ciliwung. Kedudukannya lebih penting dari pada dua kota pelabuhan Pajajaran lainnya, yakni Banten dan Cirebon. Setelah Fatahillah yang juga menantu Sunan Gunung Jati berhasil menaklukkan Portugis di Sunda Kelapa, Banten dikembangkan sebagai pusat perdagangan sekaligus tempat penyiaran agama. Setelah Sunan Gunung Jati menaklukan Banten pada tahun 1525 M. Ia menyerahkan kekuasaan kepada putranya yang bernama Sultan Hasanuddin.
9.      Kerajaan Banjar.
Pada abad ke-16, di pedaleman Kalimantan terdapat Kerajaan Nagaradaha (Kerajaan Daha). Banjarmasin merupakan slah satu wilayah kekuasaan kerajaan tersebut. Kerajaan Banjar merupakan kelanjutan dari Kerajaan Daha yang beragama Hindu yang dipimpin oleh Raja Sukarama. Adipai Banjarmasi yang bernama Raden Samudera berhasil menaklukan kerajaan Nagaradaha dengan bantuan Kerajaan Demak. Akhirnya berdirilah Kerajaan Banjar dengan Raden Samudera sebagai rajanya. Setelah masuk Islam ia bergelar Sultan Suryanullah. Islam pertama kali masuk ke Banjarmasin pada abad XVI. Saat itu proses islamisasinya sebagian besar dilakukan oleh Kerajaan Demak. Dalam waktu yang tidak cukup lama, bahkan Islam banyak dianut masyarakat dari suku Bugis di sungai bagian timur Kalimantan. Ulama yang sangat terkenal di kerajaan tersebut adalah Syeh Muhammad Arsyad al-Banjari.
10.  Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.
Menurut risalah Kutai, dua orang penyebar Islam tiba di Kutai pada masa pemerintahan Raja Mahkota, yaitu Tuan di Bandang, yang dikenal dengan Dato’ Ri Bandang dari Makasar dan yang satunya adalah Tuan Tunggang Parangan. Setelah pengislaman itu Dato’ Ri Bandang kembali ke Makasar, sementara Tuan Tunggang Parangan tetap di Kutai. Raja Mahkota tunduk kepada keimanan Islam, setelah itu segera dibanun sebuah masjid dan pengajaran agama Islam dapat dimulai. Yang pertama mengikuti pengajaran itu adalah Raja Mahkota sendiri, kemudian pangeran, para mentri, panglima dan hulubalang dan akhirnya rakyat biasa.
  • Kerajaan Sukadana.
    Pada tahun 1550 Islam telah diperkenalkan kepada Kerajaan Sukadana di wilayah barat Pulau Kalimantan. Meskipun raja yang berkuasa pada saat itu belum sempat memeluk agama Islam, penerus kerajaan tersebut selanjutnya memeluk agama Islam. Bahkan, pada tahun 1600 Islam menjadi agama yang sangat populer di sepanjang pesisir pantai pulau tersebut.
  • Kerajaan Ternate.
Kerajaan Ternate berdiri pada abad ke-13 di Maluku Utara, dengan ibu kotanya di Sampalu. Rajanya bernama Sultan Zaenal Abidin, ia belajar agama Islam di Gegesik. Kerajaan Ternate merupakan penghasil rempah-rempah yang besar di Nusantara. Pada abad ke-15, kerajaan ternate menjadi kerajaan terpenting di Maluku. Kerajaan Ternate mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Baabullah. Pada waktu itu wilayah kekuasaan Ternate sampai ke Philipina Selatan. Untuk menjaga wilayah keamanannya, ia memiliki 100 kapal kora-kora untuk menjaga wilayahnya. Pada masa itu Sultan Baabullah mendapat gelar seabagai “Yang Dipertuan di 72 pulau”. Ia juga dikenal sebagai pahlawan yang gigih menentang penjajahan Portugis. Dengan kegigiannya ia bersama rakyatnya nerhasil mengusir Portugis dari Maluku pada tahun 1795.
  • Kerajaan Tidore.

Seperti halnya Kerajaan Ternate, Kerajaan Tidore pun merupakan penghasil cengkeh yang besar. Berkat hasil cengkehnya itu kerajaan Tidore menjadi kerajaan yang maju. Raja yang terkenal di Kerajaan Tidore adalah Sultan Nuku. Pada masanya, kekuasan Tidore meliputi Halmahera, Seram, Kai, dan Irian Jaya..
  • Sulawesi (Gowa-Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu).
Kerajaan Gowa-Tallo, kerajaan yang kembar yang saling berbatasan, biasanya disebut kerajaan Makasar. Kerajaan ini terletak di Semenanjung Barat Daya Pulau Sulawesi. Gowa-Tallo adalah kerajaan yang berpusat pemerintahan di Makasar (sekarang Ujung Padang), yaitu di Simbaopu (Makasar). Selain itu pula terdapat kerajaan lain seperti Bone, Sopeng, Wajo dan Luwu. Kerajaan Makasar merupakan kerajaan yang pertama di Sulawesi. Sementara itu Bone, Waajo, dan Soppeng bersatu yang disebut Tellum Pottjo (Tiga Kerajaan). Penguasa Kerajaan Gowa-Tallo pada tahun 1605 masuk agama Islam. Raja Tallo yaitu Kraeng Matoaya sebagai Mangkubumi Kerajaan Gowa (Makasar), ia bergelar Sultan Abdullah.